Acara bermain ini bener-bener bisa aku kasih nama kesasar total karena pada saat itu sebenernya aku, Dhanis, Ika dan Ijung berencana pergi ke Karimun Jawa di Jepara.Kita sebenernya juga ngga asal nekat buat acara ini, rencananya udah mateng, bahkan mateng banget. Kebetulana ada salah satu temen yang punya usaha tour n travel gitu, dan kita join diacara 3D2M nya Karimun Jawa trip. Karena meeting pointnya adalah di pelabuhan Kartini, tempat yang akan menjadi penyebrangan ke Karimun Jawa, Jadilah malam itu kita berangkat Jumat malam dengan sebuah bus malam dari terminal Arjosari menuju Kudus dengan tarif Rp. 85.000 exclude dinner. Kenapa Kudus? Karena tidak ada bus jurusan Jepara yang langsung dari Malang.
Berangkat pukul 20.00, kita bertiga sampe Kudus pukul 04.00. Dan kami pun tercengang, apaa gerangan yang terjadi?
Di Kudus gerimis deras. Aku mengistilahkan sebuah hujan rintik-rintik dengan frekuensi yang lebih besar dari gerimis dan lebih jarang dari hujan dengan hujan gerimis deras *ah sudahlah, tak perlu dipusingkan lagi masalah istilah itu*
Kitapun melanjutkan dengan menggunakan bis super sederhana yang biasa digunakan penduduk untuk berbelanja pagi. Busnya kecil, dengan tarif Rp. 10.000 saja kita udah bisa nyampe Jepara. Pukul 06.00 kitapun nyampe di terminal Jepara dan langsung capcus mencari masjid untuk sholat subuh *better late than never* , cuci muka dan beristirahat sejenak.
Nggak diomongin pun, kita berempat sama-sama tau, kita menyimpan beribu beban #eaaa. Yap, pagi itu langit mendung. bahkan gerimis. Kita sama-sama kuatir kalo pelabuhan Kartini ngga mengijinkan pelayaran ke pulau Karimun. Ah, sudahlah... ngga boleh mendahului takdir.
Jam 07.30 kita berangkat dari masjid Agung Jepara menuju pulau Kartini dengan kendaraan roda tiga yang biasa dioperasikan dengan dikayuh, sebut saja namanya becak. Rp. 15.000 per becaknya.
Ahh... senangnya langit sudah mulai cerah ketika kita sampe pelabuhan.
Dengan sangat pedenya kita segera merapat ke kapal. Cantika Express. yang akan menyeberangkan kita ke Pulau Karimun. Foto-foto...
Ahh, mana? Jam udah jam 09.30 tapi belum ada tanda-tanda keberangkatan.
Tiba-tiba pimpinan tour memanggil, memberikan berita buruk.
"Pelabuhan Kartini melarang semua jenis kapal berlayar. Termasuk ke pulau Karimun dikarenakan angin bertiup sangat kencang"
Bak petir disiang bolong.
Yaahhh... acara yang udah diagendakan lama, sejak 4 bulan yang lalu. Sengaja ditunda-tnda untuk menghindari cuaca buruk, malah sekarang kejadian. Padahal pihak tour n travel juga udah melakukan crosscheck ke pihak pelabuhan dan nggak ada pengumuman kayak gini sebelum-sebelumnya :(
Akhirnya, karena semua udah terlanjur ngumpul, maka dipikirkanlah mencari tempat pengganti. Sempet sih kita galo semacam ini...
Itu penampakan saat aku ama Dhanis bingung cari-cari rekomendasi tempat yang keren dideket-deket Jepara.
Debat kusir dihentikan, ketua tour udah mengetok palu kalo liburan akan dialihkan ke Goa Pindul. Sebuah goa di daerah gunung kidul Jogja, Tapi ini ngga mengikat. Akhirnya kita juga putusin kalo akan memisahkan diri dari rombongan dan akan berlibur sendiri ke Jogja.
Telepon temen yang di Jogja lah buat minta tolong cariin hotel dan segala akomodasi. setelah semua dirasa siap, kitapun kembali 6 jam duduk didalam bus menuju Jogja...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar