HIS Domestic Holiday - Blogger Competition

Sabtu, 10 Agustus 2013

Bermain ke Bandung

Ini adalah posting pertamaku setelah aku menghapus semua posting di blog ini.
Dan dikarenakan namanya adalah dunia bermain, postingan saya tentunya nggak akan jauh-jauh dari cerita bermain saya. Eits, tunggu. Maksudnya bukan sekedar bercerita asal cerita nih, siapa tahu postingan saya ini dapat berguna untuk sanak saudara diluar sana yang membutuhkan pencerahan tentang transport yang oke PP Malang-Bandung, makanan, dan tentunya homestay yang bersih dan murah meriah di Bandung.

Kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya pergi ke Bandung dari Malang, Waktu itu sih acara intinya mau neropong bintang ke Bosscha di Lembang. Tapi ngga ada salahnya bercerita tentang perhitungan biaya gono-gini yang murah, tapi nyaman dan yang paling penting, aman dong (secara saya traveler cewek).

1. Transportasi
Berangkat : Saya ke Bandung dengan naik pesawat murah. Kenapa bisa dibilang murah? karena benar-benar murah. Lha iya kenapa bisa murah? ya murah. Muter-muter mulu ah. Iya, karena murah banget dibandingkan dengan kalo kita naik kereta sekelas bisnis (Maklum saya traveler cewek, jadi agak waswas kalo mesti naik bus atau kereta ekonomi, bukannya under estimate lho ini, cari nyaman aja). Waktu itu bulan Mei tahun 2012, harga tiket kereta Malabar Malang - Bandung yang bisnis adalah Rp. 175.000,- . (Link untuk melihat berbagai macam tarif kereta ada dibawah kok). Dan kalau saya naik pesawat murah yang saya maksudkan, itu adalah Rp. 145.000 (exclude airport tax). Oke, oke saya akan menyebut namanya. Airasia. Puas? Airport tax sih memang agak mahal, karena waktu itu saya naik pesawatnya dari Juanda Surabaya, tax nya kena Rp. 40.000. kalo di Bandung sih kabarnya lebih murah, Rp. 15.000 apa berapaaa gitu. Dan untuk link pesawat ini juga saya sudah siapkan dibawah.

Untuk yang selengkap-lengkapnya tentang tarif kereta darimana kemana dan berapaan harganya bisa dicek disini.

Nah, untuk yang tarif pesawat murah versi saya, alias airasia.. bisa cek disini

Pulang : Kalo untuk baliknya dari Bandung, saya memakai jasa kereta api bisnis R. 175.000 (Akhirnya kepake juga nih opsi). Kenapa nggak pake pesawat murah lagi? Karena ngga lagi ada promo. Kalo lagi nggak promo, tiketnya bisa nyampe Rp. 399.000 an.

Untuk perhitungan untung ruginya, ini nih:

Pesawat: Saya jadi harus ke Juanda dulu, dari Malang ke Juanda bisa pake bus Rp. 10.000 atau travel Rp. 70.000, tergantung budget. lama perjalanan kurang lebih 2-3 jam. Nyampe Bandara, kita mesti bayar juga airport tax Rp. 40.000 Dan perjalanan dari Juanda sd Bandara Husein Sastranegara Bandung adalah 45 menit, kilat kan?! belom capek duduk, pramugari cakepnya udah woro-woro kalo kita udah mau mendarat. Karena cepet, kita nggak perlu tuh beli makan di pesawat yang hampir harga makanannya nggak ada yang dibawah Rp. 50.000.

Kereta: Saya nggak perlu pake travel atau bus untuk sampai stasiun kota Malang. Bisa pake motor dan diparkirin deh sama abang-abang cakep disono. Nggak perlu bayar peron. Perjalanan Malang-Bandungnya butuh 16-18 jam. (Kenapa bisa ngga pasti gitu? Inget lagunya iwan Fals? 'Biasanya, kereta terlambat 2 jam mungkin biasaaaaa, uwooo). Karena perjalanan yang adugile lamanya, selain butuh suatu cream yang dapat menghilangkan pegel-pegel (baca: semacam counterpain), kita butuh makan dong diatas kereta. Dan swear, harga makanan di kereta itu mahal sekaleeeee...

Kalo jadi saya: Kalo ada promo pulang pergi, saya mendingan pake pesawat murah kayak si merah itu. hemat tenaga, hemat waktu

Sekalian numpang narsis, ini saya pamerin waktu saya nyampe bandara Husein Sastranegara Bandung



2. Makan
Setting tempatnya lagi di Bandung ya ini.
Cari makanan murah di Bandung itu mahal. Begitu kata orang-orang. Tapi nyatanya, banyak kok makanan yang lumayan murah, sekitaran Rp. 10.000 seporsinya. Itu adalah daerah gasibu. Makanan yang disajikan juga banyak, dari seafood, lalapan bahkan soto ataupun bakso. Gasibu emang tempat nongkrongnya anak muda, jadi makanan yang disajikan hampir semuanya harga kantong anak muda.
Kalo mau makanan yang khas-khas Bandung, kayak batagor juga ada dan lumayan murah kok harganya. beda kalo kita belinya di daerah Dago. Disana ada sebuah cafe yang khas menyajikan batagor dan semua yang bertemakan strawberry. Dari puding strawberry, milkshake strawberry, pancake, masih banyak lagi. Tapi harganya pun tergolong agak mahal.
kalau sanak saudara ingin liburan ke Bandung tapi pengen hemat di makanan, bisa coba warung-warung tenda dipinggiran gasibu.

3. Transportasi
Nah ini nih yang paling penting untuk traveler cewek.
Pengalaman saya waktu itu adalah menyewa sepeda motor. Kenapa motor? selain menghindari macet, Bandung juga terkenal dengan kota yang banyak jalan searahnya. Jadi agak ribet. Kalo nyasar kan enak muter-muternya, itulah pertimbangan pertama saya memutuskan menyewa sepeda motor saja. Selain sangat murah tentunya :). Harga sewa per 24 jamnya adalah Rp. 50.000 (include 2 helm, exclude BBM). Benda yang paling penting dibawa traveler buta arah seperti saya adalah peta. Kebetulan dari malang saya sudah sangu peta kota bandung. (Saya beli di toko ATK Siswa didaerah alun-alun kota Malang).
Pertanyaannya adalah, dimanakah kita bisa menyewa motor ini?
Saya waktu itu dapat nomor dari internet (mohon maaf lupa ngga save). Mereka sih emang ngga ada fasilitas untuk anter jemput ke bandara. Tapi kita janjian di Gasibu (Bandara-Gasibu naik ojek Rp. 10.000)
Tapi banyak kok di internet yang mengiklankan untuk persewaan motor, kayak ini

4. Homestay
Ini juga ngga kalah penting. Menentukan homestay untuk cewek, kriteria pertama tentu aman, nggak bisa diganggu gugat. yang kedua bersih, baru murah.
Untuk itu, aku ada tempat yang recomended banget, bukan karena nggak ada yang lain tapi karena aku pernah nginep disana dan tempatnya lumayan. Yang laennya belum pernah, jadi ngga berani ngreview.
Namanya Wisma Nova. Bersih, pelayanannya  lumayan untuk homestay sekelasnya dan tentunya aman. untuk detail lokasi, foto kamar dan rate nya bisa dibaca lengkap disini . kayaknya emang itu website masih under construction. Rate terbarunya bisa telpon atau ngimel ke alamat yang tercantum disitu. Untuk foto-foto kamarnya, bisa search d google kok.
Lokasinya di jl. teuku umar. Tingga jalan kaki aja kalo mau ke pusat pertokoan dan outlet-outlet pakaian terkenal di Bandung. Keren kan?!
Fyi aja, waktu itu aku pake kamar yang tipe standard, double bed, hot n cold water, include breakfast 2 orang, TV 14 inch Ratenya di Rp. 225.000. Ini saya kasih penampakan kamarnya (maaf pas bangun tidur)


5. Tempat Wisata dan Belanja
Aku ngga banyak pergi ke tempat wisata waktu di Bandung. Dikarenakan liburan singkat ini aku emang itungannya cuma 1 hari doang di Bandung. Karena tujuanku adalah ke Lembang untuk meneropong bintang di Observatorium Bosscha, jadi aku emang ngga sempet main kemana-mana.
Shoping? Masak ngga sempet?
Kalo itu sih disempet-sempetin, hehehe. Tempat yang recommended dikarenakan tantangannya dalam tawar menawar adalah pasar baru. Disini aku bener-bener jadi tahu kalo Bandung itu pusat mode. Beberapa model dan merk yang biasanya di Malang dijual di distro, aku menemukan mereka berseliweran di pasar baru.
Kalo mau yang nggak tawar menawar, tinggal pilh barang yang di display, mungkin bisa menjatuhkan pilihan ke Dago atau Paris van Java. harganya juga ngga bisa dibilang mahal, walaupun ngga murah banget. Buktinya ada sebuah baju dengan brand 'A' yang biasanya dibanderol harga Rp. 200.000, saya mendapatannya seperempat harga di Dago.

By the way, neropong bintang di Bosscha itu impianku banget dari kecil, secara aku suka banget sama yang keluar angkasa-keluar angkasaan gitu (Busyet, apaan ini bahasaku). pasti sejak nonton film Petualangan Sherina? Iyap, benar sekali.
Kalo ada yang pengen neropong bintang juga, aku udah bikin postingan tentang akses menuju Lembang dari Bandung kota, tata cara pendaftaran untuk ikut kunjungan malam di Bosscha dan biaya administrasinya.
mau baca? klik disini ya :)

Sampai bertemu di acara bermainku selanjutnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar