Oke, kali ini aku akan menceritakan tentang perjalananku ke
Lembang Bandung. Yap, menyalurkan hobi melihat bintangku dengan pergi ke
Observatorium Bosscha.
Tak kenal maka tak sayang, Apa sih Bosscha itu? Tempat apaan
sih? Buat apa? Bergizi nggak? Nah lho..
Bosscha, ata ulebih lengkapnya Observatorium Bosscha adalah
suatu tempat yang digunakan untuk mneliti dan mengamati benda langit dan obyek-obyek lain di luar angkasa. disitu terdapat teleskop-teleskop super gede dari berbagai jenis dan tipe. Tentunya dengan fungsi yang berbeda-beda pula.
Apakah boleh digunakan untuk umum?
Secara umum memang tidak.
Semua yang ada disini adalah aset pemerintah dibawah pengelolaan Fakultas
Astronomi ITB Bandung. Tapi, dalam beberapa waktu-waktu tertentu mereka memang
memperbolehkan ada kunjungan dari masyarakat. Tetapi tidak untuk meneropong
bintang. Hanya mengunjungi dan sekedar mendengarkan penjelasan petugas tentang
teleskop-teleskop yang ada disana.
Jadi, kalo datang kesana Cuma bisa lihat-lihat aja? Nggak bisa
ikut mengamati benda-benda langit dari teleskopnya?
Enggak kok, bisa.
Tiga hari dalam 1 bulan, yang tanggal dan jamnya sudah ditentukan oleh mereka,
mereka membuka diri (Ceilee membuka diri) Untuk kunjungan malam, agar masyarakat
umum bisa mengunjungi, masuk, mendengarkan penjelasan tentang teleskop dan
tentunya mencoba meneropong dengan menggnakan salah satu teleskop yang ada
disitu. Tipe teropong yang boleh digunakan hanyalah teleskop Unitron, bukan
teleskop zeiss yang ada kubahnya gede itu.
Bagaimana prosedur kalo kita pengen bisa ikut kunjungan
malam? Dan berapakah jumlah peserta per harinya? Biayanya?
Jumlah peserta perharinya dalam kunjungan malam adalah 200
orang. Kalo pengen ikutan,emang nggak bisa sih langsung ikut aja, dateng gitu.
Nggak bisa, karena nanti disana juga ada kroscek tentang siapa-siapa yang udah
daftar dan udah dateng. Ada biaya administrasinya, waktu itu sih 10 juta. Hah?
Mahal gilak. Enggak, becandaaa... 10ribu doang kok. Kalo emang yang dateng nggak
nyampe 200 sih mungkin masih bisa ada yang ikutan mendadak, lha kalo dateng
semua? Sayang kan udah jauh-jauh.
Cara daftar nya bisa
telepon ke bagian administrasi Bosscha (Waktu itu atas nama Ibu Cici) atau
mengirimkan email ke emai yang sudah tercantum. Hah? Tercantum? Dimana? Gini
deh, daripada saya kebanyakan cerita, mending untu tata cara berkunjung dan
update peserta yang udah daftar, bisa lihat disini
Yang aku mau share
disini adalah bagaimana akses dari Bandung menuju Lembang. kalo dari Malang ke Bandung kan udah pernah dibahas di postingan sebelumnya. Kalo ada yang belum baca, ini nih saya kasih linknya disini.
Aksesnya gampang banget. Dari St.Hall (Stasiun kereta api Bandung) maupun Bandara Husein Sastranegara Bandung, kita bisa langsung naik angkutan kota ke Lembang. Jadi sama sekali ngga complicated kan?! jarak dari Bandung ke Lembang sekitar 30km.
Untuk para pengunjung yang datang dengan menggunakan bus atau elf, biasanya tidak boleh masuk sampai area observatorium dikarenakan keterbatasan area parkir. Para pengunjung harus berjalan kaki sekitar 1 km atau naik abang ojek yang banyak mangkal disekitar tempat parkir bus.
Jadi, adakah yang tertarik untuk mengunjungi Observatorium Bosscha?
Berikut aku lampirkan foto kami waktu disana... Ini dalemnya kubah zeiss

Tidak ada komentar:
Posting Komentar